?????
Jumat, 06 Januari 2017
Selasa, 03 Januari 2017
Senja
Senja Yang Kusadari
Ibu, Ayah bolehkah aku jujur untuk pertama kalinya ?
Ibu, Ayah bolehkah aku meminta untuk kesekian kalnya ?
Ibu, Ayah bisakah aku diposisikan seperti mereka ?
Ibu, Ayah bolehkah aku meminta untuk kesekian kalnya ?
Ibu, Ayah bisakah aku diposisikan seperti mereka ?
Ibu, Ayah bisakah kalian berbuat adil seperti sebelum aku MA dulu ?
Aku benar-benar merindukan kalian :'(
aku memang tidak sepandai dia....
aku memang tidak secantik dia....
aku memang tidak seputih bahkan sepintar dia....
tapi satu hal yang aku tahu,
aku hanyalah seorang anak pengganti....
ibu, ayah aku memang tidak bisa membaca fikran kalian, aku juga tidak bisa memberikan yang terbaik untuk kalian, bahkan aku tidak bisa mengungkapkan isi hatiku yang selalu aku tahan-tahan agar tidak diketahui orang lain, aku memang serba kekurangan, mungkin orang lain bisa berbicara, kalau aku ini anak yang manja, pintar, pintar berbohong, pintar mencari alasan.....
ya.... aku akui semua tanggapan itu benar, tapi kalian tidak tahu maksud dari kebenar yang aku ungkap itu....
aku manja : dalam melihatkan sikapku.
aku pintar : dalam menutupi kesedihanku.
aku pintar berbohong : dalam menyikapi masalahku.
aku pintar mencari alasan : ketika aku ditanya orang lain,bahkan orang tuaku sendiri yang bertanya mengenai hal-hal yang tidak sanggup untuk kujawab.
itulah jawaban yang tidak kalian ketahui.
jika aku bisa memilih, aku tidak ingin diposisi ini, aku tidak bisa menjalani hidup seperti ini, tapi bukan berarti aku menyesal akan takdirku seperti ini, mungkin Allah telah menyiapkan jalan yang terbaik untuk suatu saat nanti.
Ibu, Ayah jujur terakhir kali aku bahagia itu ketika, aku masuk Rumah Sakit karena sakit DBD dan gejala sakit Tipes, aku sangat bahagia walaupun ketika itu aku sedang menahan rasa sakit gara-gara tusukan-tusukan suntikan itu, aku menahan sakit, aku juga menahan rasa mual oleh obat-obattan yang aku minum saat itu. Tapi aku bahagia karena pada saat itu aku merasa kalian ada disampingku, ketika ibu menyuapiku, ketika ibu menemaniku mandi, ketika ibu menyelimuti tubuhku, dan juga ketika ayah membelikanku makanan setiap pagi, ketika ayah menggantikan ibu menyuapiku, ketika ayah membantuku bangun dari tempat tidur, ketika ayah membelikan handuk untukku. Aku sangat-sangat bahaggia walaupun aku tahu ketika itu kalian pasti sangat-sangat kesusahan olehku, tapi bukan berarti aku ingin masuk Rumah Sakit lagi kok, aku hanya menginginkan ketika kalian ada disampingku seperti saat itu.
Ibu, Ayah apakah kalian tahu mimpi terbesar dalam hidupku ?
mungkin kalian tahu, namun kalian menutup mata dan telinga kalian untuk menyadari itu semua !
entahlah berapa lama lagi aku harus seperti ini, harus menahan perasaan ini, harus berpura-pura tidak terjadi apa-apa padaku, dan selalu berbohong untuk menutupi kesalahan-kesalahan yang tidak aku perbuat.
mungkin bagi kalian yang membaca, merasa dongkol atau kesal oleh tulisanku ini, mungkin kalian akan berfikir "ah ngapain sih nih anak mau membuat tulisan kayak gini, ini namanya anak ini menyalahkan orang tua sendiri, kenapa enggak diomongankan langsung aja biar kelar masalahnya" bahkan mungkin ada juga yang tidak sependapat dengan haters seperti itu malah dia lebih sependapat denganku. Alasan mengapa aku tidak berbica langsung kepada mereka, karena aku tidak ada kesempatan untuk berbica langsung kepada mereka, bukan masalah mereka itu sibuk atau sebaliknya, tapi mereka pernah berkata "Ara kalau kamu ada masalah yang dihadapi jangan dibicarakan kepada ibumu, nanti ia sakit lagi" ujar Ayah, "Ara nanti kalau kamu sudah sekolah di Palembang, kamu ada masalah jangan bilang sama Ayah nanti Ayahmu marah, iakan mudah marah" ujar Ibu. nah dari kata-kata itulah aku tidak bisa berbicara kepada mereka, aku mempunyai dua orang adik laki-laki dan satu kakak perempuan, aku pernah mencoba berbicara kepada mereka bertiga tetapi mereka lebih memilih memarahiku bukan membantu mendengar keluahanku, jadi aku memilih berbicara kepada Allah dan terkadang aku juga menuliskan keluh kesah ku didalam blogku, dan berharap suatu saat nanti akan ada yang bisa mendengar dan membantuku menghadapi masalahku.
selama ini aku selalu menutup mata dan mulutku agar aku selalu berfikir positif tetapi disuatu senja hari aku mulai membayangkan semua peristiwa-peristiwa itu, serta aku membandingkan kasih sayang mereka kepadaku dan kepada saudar saudariku itu, aku tersadar ternyata Aku hanyalah Anak pengganti untuk kedua adikku tersebut, mungkin saja, jika dulu tidak pernah terjadi peristiwa itu mungkin aku tidak akan dilahirkan didunia ini, tetapi sekali lagi aku tidak menyalahkan takdir kok, aku terus mencoba positif thinking.
Ibu, Ayah jujur terakhir kali aku bahagia itu ketika, aku masuk Rumah Sakit karena sakit DBD dan gejala sakit Tipes, aku sangat bahagia walaupun ketika itu aku sedang menahan rasa sakit gara-gara tusukan-tusukan suntikan itu, aku menahan sakit, aku juga menahan rasa mual oleh obat-obattan yang aku minum saat itu. Tapi aku bahagia karena pada saat itu aku merasa kalian ada disampingku, ketika ibu menyuapiku, ketika ibu menemaniku mandi, ketika ibu menyelimuti tubuhku, dan juga ketika ayah membelikanku makanan setiap pagi, ketika ayah menggantikan ibu menyuapiku, ketika ayah membantuku bangun dari tempat tidur, ketika ayah membelikan handuk untukku. Aku sangat-sangat bahaggia walaupun aku tahu ketika itu kalian pasti sangat-sangat kesusahan olehku, tapi bukan berarti aku ingin masuk Rumah Sakit lagi kok, aku hanya menginginkan ketika kalian ada disampingku seperti saat itu.
Ibu, Ayah apakah kalian tahu mimpi terbesar dalam hidupku ?
mungkin kalian tahu, namun kalian menutup mata dan telinga kalian untuk menyadari itu semua !
entahlah berapa lama lagi aku harus seperti ini, harus menahan perasaan ini, harus berpura-pura tidak terjadi apa-apa padaku, dan selalu berbohong untuk menutupi kesalahan-kesalahan yang tidak aku perbuat.
mungkin bagi kalian yang membaca, merasa dongkol atau kesal oleh tulisanku ini, mungkin kalian akan berfikir "ah ngapain sih nih anak mau membuat tulisan kayak gini, ini namanya anak ini menyalahkan orang tua sendiri, kenapa enggak diomongankan langsung aja biar kelar masalahnya" bahkan mungkin ada juga yang tidak sependapat dengan haters seperti itu malah dia lebih sependapat denganku. Alasan mengapa aku tidak berbica langsung kepada mereka, karena aku tidak ada kesempatan untuk berbica langsung kepada mereka, bukan masalah mereka itu sibuk atau sebaliknya, tapi mereka pernah berkata "Ara kalau kamu ada masalah yang dihadapi jangan dibicarakan kepada ibumu, nanti ia sakit lagi" ujar Ayah, "Ara nanti kalau kamu sudah sekolah di Palembang, kamu ada masalah jangan bilang sama Ayah nanti Ayahmu marah, iakan mudah marah" ujar Ibu. nah dari kata-kata itulah aku tidak bisa berbicara kepada mereka, aku mempunyai dua orang adik laki-laki dan satu kakak perempuan, aku pernah mencoba berbicara kepada mereka bertiga tetapi mereka lebih memilih memarahiku bukan membantu mendengar keluahanku, jadi aku memilih berbicara kepada Allah dan terkadang aku juga menuliskan keluh kesah ku didalam blogku, dan berharap suatu saat nanti akan ada yang bisa mendengar dan membantuku menghadapi masalahku.
selama ini aku selalu menutup mata dan mulutku agar aku selalu berfikir positif tetapi disuatu senja hari aku mulai membayangkan semua peristiwa-peristiwa itu, serta aku membandingkan kasih sayang mereka kepadaku dan kepada saudar saudariku itu, aku tersadar ternyata Aku hanyalah Anak pengganti untuk kedua adikku tersebut, mungkin saja, jika dulu tidak pernah terjadi peristiwa itu mungkin aku tidak akan dilahirkan didunia ini, tetapi sekali lagi aku tidak menyalahkan takdir kok, aku terus mencoba positif thinking.
Langganan:
Postingan (Atom)